19/11/13 0 komentar

Hanya aku yang tersisa.

Terdengar suara gemuruh dari kejauhan. Aku dan Ayah sama-sama menajamkan telinga. Cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba menjadi gelap.

“BOOMMMM…!!!”

Cahaya seperti kilat  menghantam sebuah gedung. Bumi bergetar. Terjadi kepanikan yang luar biasa, kekacauan terjadi hampir di seluruh dunia. Manusia di ambang kepunahan.

“Billy, cepat sembunyi ke ruang bawah tanah.” Seru Ayah.

Sementara Ayah berusaha mencari dan menyelamatkan Ibu. Selang berapa lama saat kejadian itu, aku berdiri di antara reruntuhan bangunan. Mataku menyapu bersih ke seluruh penjuru. Gedung-gedung pencakar langit sudah rata dengan tanah, ribuan mayat manusia bergelimpangan berlumur darah.

Awalnya semua baik-baik saja, sebelum ratusan piring terbang raksasa itu datang.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata
0 komentar

Ternyata!




“DJ mulai memainkan musik.”

Pertunjukan fashion show akan segera di mulai. Puluhan busana rancangan desainer ternama akan di pamerkan di sini. Di belakang panggung Adriana tampak gugup. Tapi, walaupun begitu ia akan tetap melakukan yang terbaik.

Menjadi model terkenal adalah impian Adriana sejak kecil. Ia tak peduli walau kedua orang tuanya menentang keinginannya itu.

Dari balik panggung satu demi satu model itu bermunculan. Berlenggak-lenggok di atas catwalk, berpose lalu memutar badannya. Riuh. Saat andriana berjalan memakai lingerie merah dengan sayap yang mengepak di kedua sisinya. Langkahnya begitu anggun.

Puluhan pasang mata tertuju pada wanita yang dulu memiliki nama Adrianto itu.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata



18/11/13 0 komentar

Mata pembunuh.

Ilustrasi



Mata adalah salah satu panca indra yang paling wanita itu suka. Ia senang sekali berlama-lama memandangi mata lelakinya, sesekali ia juga suka memainkannya.

“Dengan begini bertambah satu lagi koleksiku.” Gumamnya dalam hati.

Sore itu, di teras rumah sambil menikmati senja ia mengaduk secangkir coklat panas. Sendok untuk mengaduk coklat panas itulah yang ia gunakan untuk mencongkel mata para lelakinya. Kemudian, ia menyimpan semua mata itu dalam sebuah toples bening yang terbuat dari kaca. Sudah puluhan pasang mata yang berhasil ia koleksi dan mungkin akan terus bertambah. Entah bagaimana menjelaskannya, wanita itu selalu merasa bahagia setiap kali mata-mata itu berkedip padanya.



Diikutsertakan dalam #FF100Kata
16/11/13 4 komentar

Sial!

Ilustrasi



 “Dasar cowok cupu.

Perkataan itu yang masih terpatri di benak Deni. Teman-teman sebayanya mengejeknya begitu lantaran hanya dia saja yang belum pernah melakukan ML (Making love).

Merasa geram atas perlakuan teman-temannya, lantas Deni nekat pergi ke tempat prostitusi sendirian. Deni menyewa salah satu PSK untuk melampiaskan syahwatnya. Di ruangan yang tak terlalu luas ini Deni akan melepas keperjakaannya.

Dengan keadaan setengah telanjang wanita itu mendekat ke arah Deni yang sedari tadi sudah berbaring di ranjang. Untuk pertama kalinya Deni mengalami ini. Jantungnya berdegub kencang, hasratnya membuncah.

“Aawww…” Deni merintih kesakitan.

Wanita di hadapannya melenguh, kedua tanganya memegang cambuk dan dildo.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Catatan :

Cupu merupakan bahasa gaul dari singkatan Culun Punya.
Dildo (atau dildoe) adalah alat permainan seks biasanya berbentuk seperti penis untuk interaksi jasmani dalam masturbasi atau hubungan seksual.

15/11/13 0 komentar

Aku Su(Parman)

Ilustrasi



Saat pertama kali aku masuk ke dalam kamarnya, aku langsung di buat takjub. Segala hal di kamarnya, mulai dari tempat tidur, dekorasi di dinding hingga bantal semuanya memperlihatkan tokoh fiksi itu.

Itu belum seberapa, bahkan Parman rela mengeluarkan uang ratusan juta dan nekat memermak wajah dan tubuhnya supaya persis seperti superhero idolanya.

“Dasar orang sinting.”

Entah kegilaan apalagi yang akan di lakukannya. Siang itu dia berniat menuntaskan segala obsesi dan ambisinya, dengan kostum berwarna biru, jubah berwarna merah dan perisai “S” berwarna kuning di dadanya, dia berdiri di atas balkon di apartemannya di lantai 20.

“Akulah SUPARMAN.”

Tubunya meluncur bebas.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata



14/11/13 2 komentar

Surat dari masa depan.

ilustrasi



Tahun 2350.

Dunia telah berubah, Manusia sudah tak percaya dengan agama. Uang, berlian dan semua benda berharga lainnya sudah tak ada nilainya lagi.

Semua orang terpaksa mengantre, menunggu giliran untuk di tato pergelangan tangannya. Dengan begitu manusia resmi bersekutu dengannya—Iblis.

Manusia tak perlu lagi bekerja. Setiap hari yang ada hanyalah kesenangan dan berpesta pora. Dengan menscan tato barcode di pergelangan tangan, semua orang bebas membeli apapun tanpa harus membayar. Makan, minum dan kebutuhan lainnya, semuanya gratis. Sedangkan orang yang masih percaya adanya Tuhan—seperti aku, hanya menunggu kematian menjemput.

“Klik.”

“Semoga suratku ini di baca manusia pada masa lampau.”


Diikutsertakan dalam #FF100Kata
13/11/13 0 komentar

Virus ganas.

ilustrasi



“Coba jelaskan apa keluhanmu?”

“Jantung saya sering berdegup kencang dan tak beraturan, Dok. Perasaan saya selalu gelisah, setiap malam saya selalu susah tidur.”

“Sejak kapan anda mengalami itu?”

“Sekitar satu tahun terakhir ini sih, Dok.”

Dokter di hadapanku ini mencoba menganalisis penyakit apa yang sedang aku derita. Dengan alat yang di hubungkan ke telinganya ia mendeteksi sesuatu yang aneh di dalam dadaku.

“Gimana, Dok?”

“Sepertinya anda positif terkena virus, tak ada yang bisa menolong anda, terkecuali anda sendiri. Terlebih virus ini tergolong ganas dan tak ada obatnya.”

 “Saran saya, nyatakan saja perasaanmu atau cinta yang mengendap itu akan menggerogoti hatimu.”


Diikutsertakan dalam #FF100Kata



 
;